Bangun Masjid Pertama di Kampung Mualaf Tiros, NTT
“Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR. Muslim)

Hadits tersebut adalah gambaran 60 keluarga muslim di Tiros, sebuah kampung berjarak 52 Km dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dulu, nenek moyang mereka memeluk Nasrani, bahkan ada yang tak beragama. Namun, kedatangan para da’i Islam 86 tahun lalu, menghadirkan cahaya Islam di kampung ini.

“Di sini kami minoritas, karena mayoritas masyarakat di kecamatan kami adalah Kristen. Namun, kerukunan umat beragama di sini terjalin dengan baik,” ungkap Ustadz Al-Mursalin Ibrahim, tokoh agama setempat.

Suasana kampung mualaf Tiros, Ende, NTT

Menjadi minoritas tak membuat semangat berislam mereka redup. Bahkan tiap tahun ada pertambahan mualaf. Hingga kini, ada 50 mualaf baru di Tiros. Alhamdulillah…

“Sayangnya, Kak, di Tiros ini belum ada masjid atau mushola sama sekali. Jadi sholat wajib dilakukan di rumah. Sendiri- sendiri,” tambah Ustadz Al-Mursalin.

Kampung tetangga memang sudah ada masjid, namun jaraknya cukup jauh. Selain itu, antar kampung terpisahkan sungai, sehingga sering terkendala cuaca di musim hujan.

Sobat, kalau melihat jumlah, warga muslim di Tiros sudah sangat butuh masjid. Berada di lingkungan minoritas, dengan mualaf yang terus bertambah, tentu perlu ada tempat khusus untuk membangun semangat Islam.

Seperti di masa Rasulullah ﷺ, masjid menjadi tempat beribadah secara vertikal kepada Allah Ta’ala, sekaligus tempat mengokohkan persatuan umat secara horizontal. Masjid adalah identitas umat Islam.

Masjidnya baru ada fondasi belaka

Sobat, warga Tiros tentu tak berdiam diri. Alhamdulillah, sudah ada warga yang mewakafkan tanah untuk masjid. Mereka pun sepakat iuran Rp 200 ribu per KK, namun hanya cukup untuk membiayai fondasi saja.

Hanya sebatas itulah kemampuan ekonomi warga yang mayoritas berprofesi sebagai penenun sarung, buruh tani, dan pedagang kecil.

Para mualaf Tiros gotong-royong membangun fondasi masjid

Hingga kini, masjid impian belum kunjung rampung. Baru ada fondasi saja yang menunjukkan bahwa akan ada masjid di sana, suatu saat nanti…

Jika Allah mengizinkan, warga berharap memiliki masjid yang kokoh, layak, dan cukup luas. Insya Allah, mereka akan menamainya Masjid Darussalam, yang berarti ‘tempat keselamatan’.

Harapannya, masjid ini menjadi jalan keselamatan orang-orang yang beribadah di dalamnya, juga mereka yang membantu pembangunannya.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru

6 Aug 2021

DICKY DAN LIA
Rp 10.104

6 Aug 2021

ARIFKUNC

"Baarakallah smoga amal pahala nya juga untuk almarhumah bunda"

Rp 120.117

6 Aug 2021

Hamba Allah

"Semoga mesjidnya dapat segera dibangun."

Rp 500.464

6 Aug 2021

Hamba Allah
Rp 100.098

6 Aug 2021

Hamba Allah
Rp 1.000.284

5 Aug 2021

Hamba Allah
Rp 500.237

5 Aug 2021

DODI FERNANDES
Rp 100.054

5 Aug 2021

Hamba Allah
Rp 1.500.419

5 Aug 2021

Hamba Allah
Rp 100.178

4 Aug 2021

Muhammad Akbar y

"Semoga dengan sedekah ini bisa menjadi pintu rezeki bagi saya Aamiin"

Rp 25.014

4 Aug 2021

ALM DAFFA RAMADHANI HAFIDZ N FAVA SKLUARGA
Rp 100.463

3 Aug 2021

INDAR ARISKA
Rp 100.207

2 Aug 2021

Rachma dewanti
Rp 25.330

1 Aug 2021

Hamba Allah
Rp 50.306

1 Aug 2021

HABIBI

"Bismillah semoga bermanfaat"

Rp 100.209

30 Jul 2021

Ike

"Infak atas nama RAHIMAHALLÂH ENNI ROCHAENI BINTI MOCHAMMAD NAWAWI"

Rp 100.212

30 Jul 2021

Hamba Allah
Rp 50.423

30 Jul 2021

Wahyu

"Semoga pembangunan masjidnya bisa segera terwujud. Aamiin YRA"

Rp 500.294

30 Jul 2021

Januar Hafidz

"semoga pembangunan masjid cepat terwujud"

Rp 50.433