Terendam Banjir Rob, Masjid Kampung Nelayan Bekasi Sebagian Amblas

Naskah kuno ‘Babad Cirebon’ menyebutkan, Islam datang ke Nusantara bermula dari kota-kota pesisir. Diperkenalkan para saudagar Arab lewat jalur perdagangan, Islam menyebar di pesisir hingga menjamah wilayah pedalaman.

Oleh karena itu tidaklah aneh jika masyarakat pesisir begitu kuat memegang akar Islam. Seperti perkampungan nelayan Muarajaya, di Muaragembong, Bekasi.

Menapaki pemukiman warga dan pertambakan yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, berdiri Masjid Nurul Hikmah yang didirikan 30 tahun lalu. Masjid inilah pusat aktivitas keagamaan warga, seperti shalat berjamaah, majelis taklim, dan TPA anak. Namun, akhir-akhir ini masalah bermunculan.

 

Masjid kerap terkena banjir rob karena posisinya dekat dengan laut. Akibatnya, fondasi masjid makin rapuh. Tiang coran banyak yang hancur. Angin laut yang kencang pun menyumbang kerusakan pada atapnya. Sebagian lantainya pun sudah amblas.

“Tempat wudhu dan MCK sudah tidak layak digunakan, karena kondisi rusak berat, air bor masjid pun sudah bocor, akibatnya ketika wudhu airnya asin,” tutur Bapak Aden Tubagus, tokoh masyarakat setempat.

Sebetulnya, sejak 1998 sudah ada empat kali perbaikan, namun hanya tambal-sulam. Dana jadi masalah utama, karena swadaya mereka hanya mampu mencukupi operasional masjid saja, seperti bayar listrik dan perawatan kebersihan masjid. Pendapatan 131 KK di sana sehari-hari cukup untuk mengasapi dapur saja.

“Pekerjaan warga adalah nelayan dan kuli tambak, tapi sering beralih menjadi pemulung rongsokan jika di laut banyak limbah,” ungkap Pak Aden. Penghasilan mereka hanya Rp 500 ribu – Rp 1 juta per bulan.

Jalan menuju perkampungan pun beraspal hanya sampai perbatasan, setelahnya berupa jalan setapak. Mobil tidak bisa masuk, karena tanahnya labil. Menuju masjid hanya bisa diakses motor atau perahu, jika banjir rob.

“Biaya material pun membengkak, karena posisi kampung sekitar 3 jam ke kota. Bahkan lebih dekat ke Jakarta, hanya dua jam, tapi memakai perahu,” kelakar Pak Aden.

Rencananya, masjid seluas 165 meter persegi ini akan direnovasi total. Fondasi akan dibuat lebih tinggi, sehingga posisi lantai aman dari terjangan banjir rob.

Sobat, mari bantu masjid di kampung nelayan ini bersinar kembali, sebagaimana saat Islam masuk ke Nusantara dulu.

    Tidak ada update baru belum

N

16 Aug 2020

Rp 1.000

Laras

29 Jun 2020

Rp 5.000

Megawati

27 Jun 2020

Rp 20.000

Laras

26 Jun 2020

Rp 5.000

Laras

22 Jun 2020

Rp 5.000

Laras

12 Jun 2020

Rp 5.000

D

9 Jun 2020

Rp 100.000

Sungkono

9 Jun 2020

Rp 100.000

Yogi Iskandar

18 May 2020

Rp 54.340

Laras

15 May 2020

Rp 5.000

Laras

9 May 2020

Rp 5.000

Laras

24 Apr 2020

Rp 5.000

Abu Quds

20 Apr 2020

Rp 15.000