Kerinduan Muslim Minoritas Manado, ‘Pinjam’ Rumah Warga untuk Dijadikan Masjid

Bertahun-tahun warga di Komplek SD Inpres 4/82 Lingk. 4, Kel. Pandu, Kec. Bunaken, Kota Manado, kebingungan. Belum ada masjid di kampung mereka. Padahal 50 persen muslim di sana sudah lanjut usia dan sedang semangat beribadah.

Karena awalnya umat Islam masih sedikit di wilayah mayoritas Kristiani ini, muslim di sana merasa belum perlu memiliki masjid. Tapi seiring waktu, perkembangan muslim meningkat.

Akhirnya, pada 1 Januari 2012, warga muslim “meminjam” sebuah bangunan milik jamaah berukuran 8×12 meter persegi untuk digunakan sebagai masjid. Shalat fardhu berjamaah, Jumatan, tarawih, hingga TPA dan majelis taklim rutin dilaksanakan di sana.

Belum ada atap ataupun lantai, sehingga mereka patungan melengkapi bangunan hingga menyerupai masjid sederhana bernama Al Maghfirah.

Kini 8 tahun berlalu. Ada kabar bahagia dan kabar sedih. Kabar bahagianya, muslim dan mualaf semakin banyak. Ada 93 KK muslim dan 11 mualaf di sana.

Kabar sedihnya, Al Maghfirah tidak bisa menampung mereka. Selain sempit, kerusakan dan bocor ada di sana-sini. Dan karena berbentuk rumah, masjid ini memiliki banyak sekat yang membatasi kapasitas jamaah.

Jika mengandalkan swadaya warga, pasti sulit terkumpul dalam waktu cepat. Mayoritas mereka hanya bermata pencaharian buruh kebun, buruh pelabuhan, dan pedagang kecil. Bahkan menyisihkan uang saja, mereka sangat kesulitan di masa pandemi ini.

Sobat, mempertahankan identitas keislaman di wilayah minoritas muslim merupakan sebuah perjuangan.

Mari bantu saudara kita mempertahankan identitas muslim mereka di Manado dengan membangun masjid Al Maghfirah yang lebih luas dan kokoh. Klik ‘lanjut donasi’.

    Tidak ada update baru belum

Hamba Allah

"semoga bermanfaat"

3 Sep 2020

Rp 200.281

Irfan

1 Sep 2020

Rp 25.222