Ubah Masjid Semi Permanen Menjadi Bangunan Kokoh
Puluhan tahun warga Kampung Pasir Muncang memimpikan masjid layak. Memang sudah ada Masjid Al Hidayah di sana, tapi bangunannya semi permanen. Namanya material alakadarnya, ya, tentu tidak seawet bahan berkualitas. Hari ini, Masjid Al Hidayah sudah mengalami banyak kerusakan.

Bagian bawah tembok plester, bagian atas papan kayu, sebagian bilik bambu. Dinding atas diperbaiki dengan triplek, sebagian GRC. Bagian lantai luar dan dalam tembok plester. Dinding bagian bawah tembok plester. Dinding bagian atas papan triplek. Atap bahan asbes sudah lapuk, dan sekeliling serambi masjid pagar bambu.

Penduduk kampung yang berjumlah 45 KK atau 150 jiwa ini sangat mencintai masjid mereka. Sadar bahwa untuk mendirikannya saja perlu menabung bertahun-tahun, mereka merawat masjid dengan baik, meski dengan kemampuan seadanya.

Warga pun rutin memakmurkan masjid ini. Kaum wanitanya mengadakan majelis taklim, anak-anaknya belajar mengaji, dan kaum prianya shalat berjamaah sepulang dari kebun. Shalat tarawih di bulan Ramadhan dan pengajian rutin warga seminggu sekali.

Setiap Jum’at, kaum pria juga mendirikan shalat Jum’at di masjid berukuran 5×5 m2 ini. Namun, hanya bisa menampung sekitar 30 orang. Agar bisa beribadah dengan leluasa, masjid harus diperluas.

Akses Jalan Ekstrem

Al Hidayah terletak di salah satu daerah tertinggal di Garut Selatan, Jawa Barat. Sekitar 85 KM atau 6-7 jam perjalanan dari pusat kota Garut. Itu pun ditempuh jika kondisi cuaca baik.

Sebaliknya, jika cuaca buruk seperti hujan dan angin besar, tidak bisa ke lokasi masjid. Kiri-kanan jalan lereng curam atau jurang sehingga rawan longsor.

Akses jalan desa ke Masjid Al Hidayah naik turun, sebagian jalan sudah diaspal, sebagian lagi masih bebatuan terjal. Hanya mobil kecil dan bermesin 4D atau motor yang bisa melewatinya, karena jalan cukup sempit.

Warga Desa Tertinggal

Pasir Muncang berada di Desa Karang Sewu, salah satu desa yang relatif masih baru hasil dari pemekaran dengan desa lain. Pembangunan di desa ini masih tertinggal dalam beberapa bidang, terutama ekonomi dan infrastruktur. Letaknya yang di perbukitan membuat sinyal jaringan komunikasi sering terganggu.

Mayoritas penduduk adalah petani sederhana dengan penghasilan kurang dari Rp 1 juta per bulan. Bahkan sebagian warga merupakan penerima program bansos pemerintah, seperti BLT dan PKH.

Maka, merenovasi sekaligus memperluas masjid sulit mengandalkan patungan warga. Tentu memakan waktu lama, sementara saat ini pun aktivitas keagamaan warga di masjid sudah sedemikian padat.

 

Apalagi sebentar lagi Ramadhan, bulan suci di mana semangat warga memakmurkan masjid melebihi hari-hari lainnya. Sobat Masjid, yuk kita panen amal jariyah dengan patungan membangun Masjid Al Hidayah yang lebih luas dan kokoh.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

3 Sep 2021

Hamba Allah

"Bismillah smoga berkah"

Rp 125.135

28 May 2021

Hamba Allah

"SEMOGA BERMANFAAT AAMIIN YA ALLAH SWT"

Rp 10.409

28 May 2021

Hamba Allah

"Semoga Allah SWT segera mengabulkan hajat kita aamiin..."

Rp 100.169

9 May 2021

YETTI NURHAYATI BINTI JAHYA SAID TIRTA AMIJAYA

"Semoga dicukupkan segala kebutuhan untuk membangun mesjid oleh Allah azza wa jalla"

Rp 250.377

6 May 2021

Hamba Allah
Rp 50.151

8 Mar 2021

Wendi noorcahyana
Rp 50.358

6 Mar 2021

Yugo Raka Siwi
Rp 100.017

5 Mar 2021

Indramora
Rp 113.416

5 Mar 2021

Sulistiyowati
Rp 25.338

3 Mar 2021

Riyazsa savitria
Rp 200.076

2 Mar 2021

Kiki
Rp 5.181