Rawan Ambruk, Bantu Selamatkan Masjid Al Furqon di Kampung Cipalaya

Ada yang merasakan gempa kemarin? Akhir-akhir ini, negeri kita sering dilanda gempa, ya. Tentu kita waswas, apalagi yang tinggal di wilayah rawan gempa.

Kecemasan itupun dialami jamaah Masjid Al Furqon, di Kampung Cipalaya, Mekarmukti, yang berjarak 42 KM dari pusat kota Garut. Bukan karena wilayah mereka rawan gempa, tapi karena bangunan masjid Al Furqon sudah lapuk.

“Bangunan bagian atas hampir goyang, sebagian atap bocor, dan kadang air masuk ke dalam masjid kalau ada angin kencang. Nah, yang sangat dikhawatirkan bila ada gempa, masjid ambruk ketika shalat berjamaah berlangsung,” tutur Ustadz Ayep, da’i di Cipalaya.

Selain shalat berjamaah lima waktu, shalat Jumat, dan pengajian ibu-ibu, Masjid Al Furqon rutin menyelenggarkan shalat tarawih berjamaah setiap Ramadhan.

Namun, saat musim hujan tiba, warga tidak shalat di masjid karena bocor dan kondisi masjid yang sangat rusak.

Tembok retak, belum ada plafon, dinding kayunya sudah melepuh karena sering terkena percikan air, dan tempat wudhunya kurang memadai. Padahal, kata Ustadz Ayep, warga Cipalaya termasuk kuat memegang agama.

“Warga tahu bahwa untuk shalat berjamaah di masjid pahalanya 27, sedangkan di rumah hanya 1. Tapi ya harus gimana lagi, kondisinya seperti itu. Warga pun sebagian shalat di rumah,” ungkapnya.

Ikhtiar patungan dana renovasi sudah dilakukan. Namun, pekerjaan warga umumnya adalah petani dan buruh harian lepas, sehingga hanya bisa menyisihkan seadanya.

Dananya hanya cukup untuk perbaikan-perbaikan ringan, yang ‘terbesar’ adalah perbaikan atap masjid yang hampir ambruk beberapa tahun lalu. Setelahnya, belum ada perkembangan lagi.

Masjid Al Furqan adalah masjid terdekat yang bisa diakses 65 KK di Cipalaya. Masjid tetangga berjarak 1 KM atau 30 menit berjalan kaki, karena kondisi jalan tanah berbatu. Sangat licin di musim hujan.

Lokasi Cipalaya memang terpencil. Butuh 3 jam perjalanan menuju kota, bahkan sampai 4 jam jika musim hujan tiba. Debit air hujan yang tinggi kerap membuat tebing-tebing longsor, sehingga akses jalan terputus.

Sobat, salah satu tanda kiamat adalah banyak terjadi gempa bumi dan tidak ada lagi yang menyebut nama Allah di muka bumi ini.

Hari kiamat memang mutlak adanya, namun sebelum hari itu tiba, kita masih bisa menabung amalan-amalan sebagai bekal akhirat. Salah satu amalan yang abadi adalah amal jariyah membangun masjid.

“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushhaf Alquran yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)

    Tidak ada update baru belum

Hamba Allah

"Bismillahirrohmanirrohim semoga bermanfaat dan saudara2 disana bisa ibadah jamaah lagi"

20 Nov 2020

Rp 25.371

Hamba Allah

14 Nov 2020

Rp 50.069

Hamba Allah

12 Nov 2020

Rp 2.000.125

Hamba Allah

12 Nov 2020

Rp 100.277

Hamba Allah

7 Nov 2020

Rp 100.497

Hamba Allah

7 Nov 2020

Rp 50.413

Hamba Allah

4 Nov 2020

Rp 6.397

Hamba Allah

3 Nov 2020

Rp 10.326

Hamba Allah

2 Nov 2020

Rp 8.033