Bergerak Bersama, Selamatkan Pendidikan Generasi Penerus Bangsa

Sekolah dari rumah ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak siswa dan orang tua yang mengeluhkan metode pembelajaran jarak jauh ini.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 213 pengaduan terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari para siswa di berbagai daerah di Indonesia. Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengungkapkan salah satu aduanya terkait kuota yang banyak dikeluhkan oleh anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

Wifi Gratis Masjid (1)
Pembelajaran Jarak Jauh di Masjid
Wifi Gratis Masjid (2)
Siswa belajar jarak jauh bersama di teras Masjid

“Ada sopir ojek online (ojol) yang memiliki tiga anak, dengan dua di jenjang SD dan jenjang SMA. Mereka merasa kewalahan dalam membeli kuota internet. Padahal penghasilan sebagai ojol menurun drastis,”

“Seorang guru di Yogyakarta juga menceritakan bahwa pembelajaran daring dengan para siswa hanya bisa dilakukan pada minggu pertama belajar di rumah. Setelah itu, metode itu sudah tidak bisa lagi karena orang tua peserta didik tidak sanggup lagi membeli kuota internet”

“Masalah sinyal juga menjadi kendala di beberapa daerah yang berbukit-bukit. Akibatnya ada siswa yang setiap hari harus berjalan 10 km untuk mendapatkan sinyal dan wifi,” Ungkap Retno.

Patungan Wifi Gratis Masjid
Foto dari Google

Adapula Dimas yang viral. Siswa SMP 1 Rembang, Jawa Tengah ini terpaksa masuk sekolah sendirian. Ketidakmampuan orang tua membeli kuota internet, menggugah pihak sekolah memberikan keringanan baginya, untuk tetap masuk sekolah secara tatap muka.

Kasus di atas mungkin hanya mewakili sedikit cerita tentang keterbatasan bagi pelajar Indonesia untuk mengikuti instruksi pemerintah bersekolah daring.

Memang, dengan angka penyebaran virus corona di Indonesia yang cenderung meningkat, pemerintah masih belum mengizinkan sekolah dan universitas dibuka kembali.

Akan tetapi, perubahan metode pembelajaran jarak jauh ini memiliki konsekuensi dan halangan bagi para pengajar atau siswa yang ingin mengikuti pelajaran. Salah satunya adalah kesulitan mendapatkan akses internet karena keterbatasan ekonomi atau jaringan internet yang masih belum optimal ke daerah tertinggal.

Masalah ini menyangkut pendidikan generasi penerus bangsa. Alangkah baiknya segera ada solusi. Oleh karena itu, Yayasan Masjid Nusantara mengajak segenap donatur ikut mewujudkan pemasangan wifi gratis di masjid untuk membantu para siswa bisa belajar dengan optimal. Selain itu para orang tua juga tidak semakin terbebani dengan pembelian kuota internet di tengah pendapatan mereka yang merosot karena pandemi.

Yayasan Masjid Nusantara berharap dengan pemasangan Wifi di Masjid, selain membantu keperluan belajar siswa, juga memotivasi generasi muda untuk memakmurkan masjid. Tentu dengan tetap menjalankan protocol kesehatan yang sudah ditetapkan.

 

Yuk sama-sama patungan untuk mewujudkan wifi gratis bagi pelajar di masjid-masjid Indonesia.

    Tidak ada update baru belum

Dea Raisa

18 Sep 2020

Rp 50.027

Hamba Allah

"semoga berkah"

10 Sep 2020

Rp 35.260

Deswita Utami

4 Sep 2020

Rp 50.281

Aleeca

2 Sep 2020

Rp 15.284

Hamba Allah

"Baarakallaahu fiikum"

2 Sep 2020

Rp 25.325

Wendi

6 Aug 2020

Rp 50.000

Asep Sumpena

4 Aug 2020

Rp 25.000

Resa

4 Aug 2020

Rp 7.000

Resa

4 Aug 2020

Rp 3.000

Resa

4 Aug 2020

Rp 5.000

Resa

4 Aug 2020

Rp 5.000

Resa

4 Aug 2020

Rp 14.000

Resa

4 Aug 2020

Rp 15.000

Irfan

4 Aug 2020

Rp 25.000

Mohamad Iqbal Vetra

4 Aug 2020

Rp 50.000

Abu Azfar

4 Aug 2020

Rp 12.000

Abi Tsabita

4 Aug 2020

Rp 18.000