Akses Jalan Curam dan Sulit, 23 Tahun Masjid Tak Direnovasi

Buat kamu yang tinggal di kota, kapan-kapan sambil jogging, coba susuri jalan sampai gang di daerahmu. Hitung, ada berapa masjid/mushola yang kamu temukan.

Fakta bicara, Indonesia memiliki hampir satu juta masjid. Namun, sebagian besar terkonsentrasi di perkotaan. Hampir tiap 500 meter sekali, ada masjid. Hampir RW, punya mushola.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pedalaman Indonesia. Keberadaan masjid/mushola seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

Bisa jadi, ada perkampungan muslim, tapi tak ada masjid. Atau bisa juga, di perkampungan muslim itu ada masjid, tapi kondisinya jauh dari kata layak.

Seperti di Kampung Cibuntu, Banjarwangi, pelosok Garut. Pertama kali masjid berdiri di kampung ini adalah tahun 1997, saat seorang Syekh dari Kuwait terpanggil menyumbang pembangunan. Setelah ditambah dana swadaya masyarakat, berdirilah Masjid Al Ikhwan.

Kini di usianya yang ke-23, Al Ikhwan semakin tua dan rapuh. Akibat tidak pernah tersentuh renovasi, strukturnya rusak parah. Atapnya berkali-kali bocor, dindingnya mengelupas, dan yang utama, Al Ikhwan sudah tidak bisa menampung jamaah.

Al Ikhwan memang bukan hanya menjadi tempat ibadah warga kampung, tapi juga puluhan santri yang menimba ilmu di pesantren di kampung itu.

“Kami akan merenovasi masjid ini menjadi dua lantai, karena selain dipakai shalat berjamaah, masjid juga digunakan untuk majelis taklim, dan kegiatan mengaji para santri,” tutur Ustadz Ilham, DKM Al Ikhwan.

Kebanyakan warga bermatapencaharian petani dan peternak dengan penghasilan sekitar Rp 700 ribu per bulan. Mereka telah ikhtiar patungan, namun dana masih tidak mencukupi karena ongkos pengiriman material membengkak berkali lipat.

Alasannya? Akses jalan menuju Kp. Cibuntu ibarat lagu Ninja Hattori: mendaki gunung, lewati lembah…

 

Sepertinya memang sudah jadi ciri khas, wilayah yang jauh dari perkotaan pasti berakses jalan jelek.

Cibuntu berjarak 42 km dari Garut Kota atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Jalan satu-satunya menuju Cibuntut berupa jalan sempit dengan banyak kelokan serta tanjakan dan turunan curam. Transportasi yang bisa masuk kampung hanya ojek motor atau mobil bak terbuka (kolbak).

Saat ini, warga masih rutin berinfak 2 minggu sekali dengan target yang telah disepakati mereka. Alangkah mulianya jika kita membantu memenuhi kebutuhan dana mereka untuk merenovasi masjid Al Ikhwan.

“Barangsiapa membangun masjid karena Allah walau hanya sebesar tempat burung bertelur, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di Surga…” (HR. An-Nasai)

Yuk, patungan merenovasi Masjid Al Ikhwan, agar Allah bangunkan rumah untuk kita di Surga kelak. Klik ‘lanjut donasi’, ya…

    Tidak ada update baru belum

Laras

15 Jun 2020

Rp 5.000

Sylvi

9 Jun 2020

Rp 5.000

Laras

22 May 2020

Rp 3.000

Shafira sekar ayu

20 May 2020

Rp 20.000

Marsha

16 May 2020

Rp 50.000

Gennies

15 May 2020

Rp 10.000

Laras

2 May 2020

Rp 5.000

Laras

21 Apr 2020

Rp 5.000

Eka

17 Apr 2020

Rp 20.000

Laras

8 Apr 2020

Rp 5.000

Pr45

31 Mar 2020

Rp 10.000