Berdakwah  Ditengah Keterbatasan, Bantu Hafidz Difabel Ini Miliki Rumah

“Saya belum punya rumah. Tempat tidur disediakan di asrama bersama santri, tapi lebih sering di mihrab, atau gelar kasur di pojok masjid,” ungkap Ustadz Abu Bakar Thalib, seorang da’i yang juga hafidz Al Quran.

Ditemui di masjid tempatnya sehari-hari mengajar tahfidz di Dusun Cikiray, Ustadz Abu menunjukkan tumpukan buku yang diletakkan seadanya.

“Saya ini orangnya haus ilmu. Waktu SD, ingin tahu pelajaran SMP. Waktu SMP, penasaran sama pelajaran SMA. Pas SMA, gak sabar ingin kuliah,” tuturnya tertawa.

Tak heran, mihrab yang sedianya tempat adzan, penuh dengan koleksi buku miliknya. Sebuah kasur usang tergulung di pojokan. Digelar hanya jika tidur saja, karena tempat yang sempit.

Ustadz Abu Bakar dikenal lewat video viral di Youtube ‘Masjid Nusantara’ yang mengangkat sosok inspiratif ini. Ia terlahir difabel, di Bima, Nusa Tenggara Barat, 27 tahun lalu. Meski memiliki keterbatasan fisik, Ustadz Abu memiliki tekad kuat dan cita-cita tinggi.

Tak Miliki Rumah, Sang Hafidz Difabel Tidur di Kasur Usang di Pojokan Masjid (masjidnusantara.org)

Pada 2014, Ustadz Abu memutuskan merantau ke Jakarta untuk mempelajari Al Quran. Sendiri di kota besar tak menyurutkan semangatnya. Terbukti, dalam waktu 1 tahun 2 bulan, ia berhasil menghafal 30 juz Al Quran.

Meski cita-cita menjadi hafidz telah tercapai, ia tak berhenti di sana. Berbekal ilmu agama yang ia pelajari seiring menghafal Al Quran, Ustadz Abu membuka lembaran baru dengan mengajar di sebuah pesantren di pelosok Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat.

Sebetulnya, kontur daerah tersebut yang berbukit-bukit tidak ramah untuk fisiknya, tapi Ustadz Abu punya prinsip.

“Yang saya pelajari dalam hidup, orang itu gampang bilang sabar, padahal belum diuji. Kalau bilang sabar, tapi saat diuji masih caci-maki Allah, itu sabar yang ‘murahan’,” ungkap Ustadz Abu.

Lewat Al Quran yang ia ajarkan, Ustadz Abu juga mengajarkan pelajaran hidup kepada para santrinya.

“Saya ajak mereka menghafal, belajar di alam, tanpa alas kaki. Menginjak batu dan tanah, merasakan sakitnya. Kenapa? Agar mereka belajar menyukuri hidup dalam kondisi apapun. Itulah sabar yang tidak murahan,” tuturnya.

Di balik semua kesabaran menghadapi perjuangan hidupnya yang penuh keterbatasan, Ustadz Abu menyimpan keinginan memiliki rumah sendiri.
Baginya, rumah bukan hanya tempat berteduh, tapi juga tempatnya meracik ide-ide inspiratif untuk menyebarkan ilmu bermanfaat.

Namun hingga kini, keinginannya itu belum terlaksana, karena penghasilannya sendiri cenderung tidak tetap dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Sobat Masjid, yuk bersama bantu sang hafidz difabel ini miliki rumah. Bantu berikan beliau penghargaan karena telah melestarikan ilmu Al Quran dengan mengajarkannya kepada generasi muda.

    Tidak ada update baru belum

Hamba Allah

9 Oct 2020

Rp 15.128

Hamba Allah

6 Oct 2020

Rp 100.416

Ratu

5 Oct 2020

Rp 100.182

Hamba Allah

4 Oct 2020

Rp 15.254

Irma R

"Bismillahirrahmaanirrahiim"

4 Oct 2020

Rp 100.254

Tommy Arjanggi

4 Oct 2020

Rp 15.254

Hamba Allah

2 Oct 2020

Rp 250.391

Lilitha Westari

2 Oct 2020

Rp 100.287

Hamba Allah

"Fii Amanillah, Barakallah fiik"

2 Oct 2020

Rp 25.287