Patungan Bangun Masjid di Pelosok
Masjid milik siapa?

Mungkin kamu bisa jawab, “Milik umat Islam.”

Tapi muncul pertanyaan lagi.
Umat Islam yang mana?
Ketimpangan kondisi hidup di kota dan pelosok Nusantara sudah kita ketahui bersama.
Kesenjangan ekonomi, ketimpangan fasilitas umum dan akses transportasi, berimbas ke banyak aspek.
Salah satunya, kehadiran masjid, rumah ibadah umat Islam.

Selama 8 tahun berdiri, Masjid Nusantara menemukan dua kondisi berikut dalam perjalanan mencari masjid di pelosok:

Pertama, tidak ada masjid sama sekali, padahal warga sekitar adalah muslim atau mualaf.

Disadari atau tidak oleh kita yang tinggal di kota, shalat berjamaah, pengajian anak-anak, majelis taklim kaum ibu, peringatan hari besar Islam, adalah cara kita menegaskan eksistensi Islam, sekaligus memperkuat keimanan personal.

Masjid menghadirkan kekuatan dan ketenangan kepada kita sebagai muslim. Kuat sekaligus tenang, kan, mengetahui ada saudara semuslim lain yang akan bersama-sama mensyiarkan agama ini?

Nah, sekarang bayangkan, seberapa rindunya saudara semuslim kita di pelosok pada kehadiran masjid. Mereka pun berhak merasakan kekuatan dan ketenangan yang sama.

Bagi mereka, keberadaan masjid adalah kebahagiaan yang menyemarakkan hidup mereka di tengah kesunyian hidup di pedalaman.

Kedua, ada masjid, namun kondisinya sangat memprihatinkan.
Di saat kita penduduk kota bisa beribadah di masjid yang nyaman, bersih, tersedia tempat wudhu dan toilet, bahkan ber-AC, nyatanya ribuan masjid di pelosok negeri ini kondisinya tidak layak untuk dijadikan tempat beribadah.
Mereka harus berlapang dada beribadah di bawah atap masjid yang sudah bocor, dinding kayu yang sudah berlubang, dan lantai tanah yang hanya dilapisi tikar tipis.
Rasa was-was kerap terlintas, karena masjid tempat mereka sujud hanya disangga tiang kayu. Itupun sudah keropos dimakan waktu.
Potret Masjid di Pelosok Nusantara
Seperti potret Mushola Al Amanah di Kampung Sindang Asih, Kec.Cikatomas, Kab Tasikmalaya ini.
Masjid Nusantara_Tasikmalaya_Al Amanah
Atap masjid yang kerap bocor di musim hujan, tidak menyurutkan semangat jamaah Masjid Al Amanah bersujud di bawahnya.
Masjid Nusantara_Tasikmalaya_Al Amanah
Cemas kerap terlintas dalam benak jamaah saat beribadah di masjid ini, karena dinding temboknya sudah retak-retak hingga dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu.
“Mushola Al Amanah sudah 14 tahun berdiri. Dulu sebelum dindingnya retak-retak, mushola ini dipakai ngaji setelah maghrib dan kuliah subuh. Namun, karena takut roboh jadinya ngaji di pindah ke rumah,” tutur Cahya, ustadz yang kerap menjaga mushola berukuran 5 meter x 4 meter ini.
Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan kuli bangunan, sehingga ada kesulitan dalam menggalang dana untuk perbaikan. Padahal warga sangat berharap mushola bisa direnovasi agar mereka tenang beribadah.
Beranjak ke Kota Hujan, ada Mushola Al Mutakarim di Kampung Sawah Empang, Kec. Bojonggede, Bogor.
Ada 117 KK di sekitar mushola ini. Biasanya warga sholat jamaah di mushola. Pengajian ibu-ibu juga rutin diadakan tiap pekan. Namun, saat ini mushola sudah tidak layak.   Ibu-ibu lebih memilih untuk ngaji bergilir dirumah-rumah warga. Kondisi ini membuat mushola menjadi tidak ramai seperti dulu lagi.
Kondisi yang sama ditemui di Masjid An Nur, Kampung Kahuripan, Pengalengan, Bandung.
Masjid yang berdiri lebih dari 40 tahun ini sudah 3 kali direnovasi. Namun kini sudah rusak lagi.
Ada 60 KK yang tinggal di sekitar masjid dan mayoritas mata pencahariannya buruh perkebunan teh.
Hingga kini masjid masih dipakai sholat dan kegiatan keagamaan warga, namun warga menyimpan ketakutan jika atapnya ambruk tiba-tiba.
Sobat Masjid,
Masih banyak masjid dan mushola lain di pelosok Nusantara yang kondisinya tidak layak.
Kami, Masjid Nusantara, mengajak Sobat semua untuk ikut berdonasi mewujudkan 100 Masjid/Mushola di pelosok Indonesia.
Mari tunjukkan, bahwa masjid ini milik umat Islam tanpa terkecuali, tak memandang di mana mereka tinggal.
Semoga menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya untuk bekal hari penghisaban kita kelak.

    Tidak ada update baru belum

Hamba Allah

25 Nov 2020

Rp 100.152

Hamba Allah

21 Nov 2020

Rp 100.191

Hamba Allah

14 Nov 2020

Rp 100.064

Hamba Allah

12 Nov 2020

Rp 100.193

Hamba Allah

9 Nov 2020

Rp 100.065

Hamba Allah

29 Oct 2020

Rp 500.250

Hamba Allah

20 Oct 2020

Rp 100.349

Umm

16 Oct 2020

Rp 15.252

Muhammad Anton Tarmuji

10 Oct 2020

Rp 15.158

Hamba Allah

"bismillah pahala nya sy niatkan untuk anak anak sy yuda pratama dan nabilah"

9 Oct 2020

Rp 100.128

Hamba Allah

9 Oct 2020

Rp 15.128

Hamba Allah

9 Oct 2020

Rp 15.128

Rinto Chandra

9 Oct 2020

Rp 15.295

Hamba Allah

9 Oct 2020

Rp 100.295

Tommy Arjanggi

9 Oct 2020

Rp 15.295

Hamba Allah

8 Oct 2020

Rp 100.295

Hamba Allah

8 Oct 2020

Rp 15.193

Rinto Chandra

8 Oct 2020

Rp 15.282

Hamba Allah

7 Oct 2020

Rp 15.282

Nilo

6 Oct 2020

Rp 25.466

Yati

5 Oct 2020

Rp 15.466

Hamba Allah

5 Oct 2020

Rp 15.023

Hamba Allah

"Moga Amanah."

5 Oct 2020

Rp 15.182

Hamba Allah

"Tks"

5 Oct 2020

Rp 100.318

Hamba Allah

5 Oct 2020

Rp 100.318

Hamba Allah

4 Oct 2020

Rp 100.137

Hamba Allah

4 Oct 2020

Rp 15.137

Hamba Allah

4 Oct 2020

Rp 15.254

Hamba Allah

3 Oct 2020

Rp 15.477

Hamba Allah

27 Sep 2020

Rp 100.124

Hamba Allah

26 Sep 2020

Rp 100.029

Hamba Allah

24 Sep 2020

Rp 100.218

Hamba Allah

16 Sep 2020

Rp 100.400

Hamba Allah

14 Sep 2020

Rp 100.341

Hamba Allah

10 Sep 2020

Rp 100.428

Hamba Allah

7 Sep 2020

Rp 100.190

Sabiq Adzhani Hammam

25 Aug 2020

Rp 100.000

Andiek

25 Aug 2020

Rp 200.000

Luluk

24 Aug 2020

Rp 150.000

Cac

23 Aug 2020

Rp 50.000

Risna Wijaya Murti

22 Aug 2020

Rp 100.000

Andiek

22 Aug 2020

Rp 200.000

Sunnita Asri Rahajeng

21 Aug 2020

Rp 0

Sunnita Asri Rahajeng

21 Aug 2020

Rp 0

Andiek

20 Aug 2020

Rp 200.000

Asmil

20 Aug 2020

Rp 10.000

Asmil

19 Aug 2020

Rp 10.000

Andiek

18 Aug 2020

Rp 200.000

Asmil

18 Aug 2020

Rp 10.000

Annisa elliani

17 Aug 2020

Rp 50.000

Ati Rohati

16 Aug 2020

Rp 500.000

Asmil

16 Aug 2020

Rp 10.000

Andiek

16 Aug 2020

Rp 200.000

Ida

14 Aug 2020

Rp 50.000

Andiek

14 Aug 2020

Rp 200.000

Penduduk asal gowa Makassar

13 Aug 2020

Rp 199.999

Andiek

12 Aug 2020

Rp 200.000

Andiek

1 Jul 2020

Rp 100.000

Deswita

30 Jun 2020

Rp 200.000

Andiek

30 Jun 2020

Rp 100.000

Alfiko Aditya Mailana

29 Jun 2020

Rp 100.000

Yaya

29 Jun 2020

Rp 50.000

Achdiat Hadit

29 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

29 Jun 2020

Rp 100.000

Rosyidatul

28 Jun 2020

Rp 100.000

Hamba Allah

28 Jun 2020

Rp 25.000

Andre Bramastyo

28 Jun 2020

Rp 50.000

Hamba Allah

28 Jun 2020

Rp 25.000

Octariani

28 Jun 2020

Rp 10.000

I Gusti Ngurah Anaya

28 Jun 2020

Rp 1.000.000

Andiek

28 Jun 2020

Rp 100.000

Hamba Allah

28 Jun 2020

Rp 50.000

Utami

28 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

27 Jun 2020

Rp 100.000

Poppy

27 Jun 2020

Rp 50.000

Silviana Wahyu Budianti

26 Jun 2020

Rp 200.000

Sunnita Asri Rahajeng

26 Jun 2020

Rp 25.227

Andiek

25 Jun 2020

Rp 100.000

Erna Mutiara

25 Jun 2020

Rp 20.000

Laras

24 Jun 2020

Rp 5.000

Andiek

23 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

22 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

21 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

20 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

19 Jun 2020

Rp 100.000

Sasha

19 Jun 2020

Rp 10.000

Sunnita Asri Rahajeng

19 Jun 2020

Rp 25.227

Andiek

18 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

17 Jun 2020

Rp 100.000

Berliani Firaningtyas

17 Jun 2020

Rp 25.000

Sofi Nur Jannah

16 Jun 2020

Rp 1.000

Adharini

16 Jun 2020

Rp 25.000

Andiek

16 Jun 2020

Rp 100.000

NF

16 Jun 2020

Rp 100.000

Andiek

13 Jun 2020

Rp 100.000

Bimarendra P. Kuswanto

12 Jun 2020

Rp 100.000

Sofi Nur Jannah

11 Jun 2020

Rp 1.000

Andiek

11 Jun 2020

Rp 100.000

DWI LESTARI

10 Jun 2020

Rp 500.000

Angga

10 Jun 2020

Rp 100.000