Patungan Bangun Masjid di Pelosok
Patungan Bangun Masjid di Pelosok

Rp13.566.690 donasi terkumpul dari 89donatur

Terkumpul

Rp13.566.690

Target

Rp500.000.000
Rp

Minimal donasi


Masjid milik siapa? Mungkin kamu bisa jawab, "Milik umat Islam." Tapi muncul pertanyaan lagi. Umat Islam yang mana?

Ketimpangan kondisi hidup di kota dan pelosok Nusantara sudah kita ketahui bersama. Kesenjangan ekonomi berimbas ke banyak aspek. Salah satunya, kehadiran masjid, rumah ibadah umat Islam. Mari bangun masjid pelosok!

Selama 10 tahun berdiri, Masjid Nusantara menemukan dua kondisi berikut dalam perjalanan mencari masjid di pelosok.

Tidak ada masjid sama sekali

Sadar atau tidak, di kota besar, shalat berjamaah, pengajian anak-anak, majelis taklim kaum ibu, peringatan hari besar Islam, adalah cara kita menegaskan eksistensi Islam, sekaligus memperkuat keimanan personal.

Masjid menghadirkan kekuatan dan ketenangan kepada kita sebagai muslim. Kuat sekaligus tenang, kan, mengetahui ada saudara semuslim lain yang akan bersama-sama mensyiarkan agama ini?

Nah, sekarang bayangkan, seberapa rindunya saudara semuslim kita di pelosok pada kehadiran masjid. Mereka pun berhak merasakan kekuatan dan ketenangan yang sama.

Bagi mereka, keberadaan masjid adalah kebahagiaan yang menyemarakkan hidup mereka di tengah kesunyian hidup di pedalaman.

Ada masjid, namun kondisinya rusak

Di saat penduduk kota bisa beribadah di masjid yang nyaman, bersih, tersedia tempat wudhu dan toilet, bahkan ber-AC, nyatanya ribuan masjid di pelosok negeri ini kondisinya tidak layak untuk dijadikan tempat beribadah.

Mereka harus berlapang dada beribadah di bawah atap masjid yang sudah bocor, dinding kayu yang sudah berlubang, dan lantai tanah yang hanya berlapis tikar tipis.

Rasa was-was kerap terlintas, karena masjid tempat mereka sujud hanya tiang kayu yang menyangganya. Itupun sudah keropos dimakan waktu.

Potret Masjid Pertama

Inilah Mushola Al-Amanah di Kampung Sindang Asih, Kec. Cikatomas, Kab. Tasikmalaya.

“Mushola Al Amanah sudah 14 tahun berdiri. Dulu sebelum dindingnya retak-retak, warga memakai mushola ini untuk ngaji setelah maghrib dan kuliah subuh. Namun, karena takut roboh jadinya ngaji pindah ke rumah,” tutur Cahya, Ustadz yang kerap menjaga mushola berukuran 5 meter x 4 meter ini.

[caption id="attachment_13065" align="alignnone" width="580"]bangun masjid pelosok nusantara Atap masjid kerap bocor di musim hujan, tidak menyurutkan semangat jamaah bersujud di bawahnya.[/caption]

bangun masjid pelosok nusantara

Cemas kerap terlintas dalam benak jamaah saat beribadah di masjid ini, karena dinding temboknya sudah retak-retak hingga khawatir roboh sewaktu-waktu.

Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan kuli bangunan, sehingga ada kesulitan dalam menggalang dana untuk perbaikan. Padahal warga sangat berharap bisa merenovasi mushola agar mereka tenang beribadah.

Potret Masjid Kedua

Beranjak ke Kota Hujan, ada Mushola Al Mutakarim di Kampung Sawah Empang, Kec. Bojonggede, Bogor.

bangun masjid pelosok nusantara

Ada 117 KK di sekitar mushola ini. Biasanya warga sholat jamaah di mushola. Pengajian ibu-ibu juga rutin diadakan tiap pekan.

Namun, saat ini mushola sudah tidak layak. Ibu-ibu lebih memilih untuk ngaji bergilir di rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat mushola menjadi tidak ramai seperti dulu lagi.

Potret Masjid Ketiga

Kondisi yang sama ada di Masjid An Nur, Kampung Kahuripan, Pengalengan, Bandung.

Masjid yang berdiri lebih dari 40 tahun ini sudah perbaikan 3 kali. Namun kini sudah rusak lagi.

Ada 60 KK yang tinggal di sekitar masjid dan mayoritas mata pencahariannya buruh perkebunan teh.

Hingga kini masjid masih dipakai sholat dan kegiatan keagamaan warga, namun warga menyimpan ketakutan jika atapnya ambruk tiba-tiba.

bangun masjid pelosok nusantara

Patungan Bangun Masjid Pelosok

Sobat, masih banyak masjid dan mushola lain di pelosok Nusantara yang kondisinya tidak layak.

Kami, Masjid Nusantara, mengajak Sobat semua untuk ikut berdonasi mewujudkan 100 Masjid/Mushola di pelosok Indonesia.

Mari tunjukkan, bahwa masjid ini milik umat Islam tanpa terkecuali, tak memandang di mana mereka tinggal.

Semoga menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya untuk bekal hari penghisaban kita kelak.

Info Terbaru

Belum ada informasi terbaru untuk program ini

Donatur