Waswas, warga sholat diantara reruntuhan bangunan gempa Mamuju
“Meski rumah-rumah kami rusak, yang utama bagi kami adalah pembangunan masjid ini. Karena apalah artinya kami, kalau tanpa adanya masjid untuk sholat berjamaah. Tanpa ibadah jamaah, kami khawatir Allah tidak akan menurunkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kami”, ungkap Ustadz Suardi.
sholat di antara reruntuhan bangunan
kondisi masjid sudah rata dengan tanah

Inilah kondisi masjid kami yg rusak berat akibat gempa kemarin. Masjid Nurussalam, Dusun limbeng, Desa Takandeang, Kec. Tapalang, Kab. Mamuju, Sulawesi Barat. Pasca gempa, masjid memang masih berdiri. Namun bangunanya banyak yang retak dan ada dinding yang rubuh. Kondisi dalam masjid sangat hancur, rawan sekali jika tetap digunakan. Oleh karena itu kami memutuskan untuk merubuhkan masjid ini menggunakan alat berat. Sekarang masjid sudah rata dengan tanah.

Bisa dilihat, rumah-rumah masih ada yang berdiri. Tapi itu hanya tampak luar saja. Dalam nya sudah rusak, tidak bisa ditinggali lagi. Sholat berjamaah, sementara ini kami lakukan di masjid darurat. Dibelakang tempat kami sholat ini, masih ada bangunan rumah warga yang dalamnya retak sehingga kami masih diliputi rasa was-was. Jika saat sholat terjadi gempa susulan, jamaah biasanya segera berhamburan begitu selesai salam.

Menjelang ramadhan ini, kami juga bingung memikirkan harus tarawih dimana. Semoga dalam waktu dekat, kami memiliki masjid yang aman untuk ibadah. Kalau di masjid darurat ini kurang aman dan nyaman. Selain karena tempatnya terbuka, kami juga sholat diantara reruntuhan dan bangunan rumah warga yang retak-retak. Kami khawatir anak-anak bisa cedera.

Saya sebagai Imam Masjid Nurussalam, mewakili masyarakat Dusun Limbeng, sangat berharap adanya bantuan untuk mendirikan kembali masjid ini agar kami bisa beribadah dengan baik. Semoga ada para dermawan yang berkenan membantu kami. Bukan kami tidak mau untuk berusaha sendiri membangun masjid ini, namun kondisi kami saat ini memang masih sulit pasca bencana”, pungkas Ustadz Suardi.

Sobat, Masjid Nurussalam ini sudah berdiri sejak tahun 1980an. Digunakan oleh 100 KK muslim yang ada di Dusun Limbeng yang mayoritas adalah petani kakao. Masjid ini sangat dicintai oleh jamaahnya, dijaga dengan baik. Itulah mengapa, meski usianya sudah lama, kondisi masjid ini masih sangat kokoh sebelum dihantam gempa.

Yuk sobat, kita bantu ringankan kesulitan saudara kita di Dusun Limbeng yang masjidnya hancur akibat dihantam gempa dengan cara klik BANTU SEKARANG

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

1 May 2021

Hamba Allah
Rp 20.000.143

29 Mar 2021

Nabila
Rp 50.206

28 Mar 2021

AYU IKE
Rp 100.483

27 Mar 2021

Dalinah
Rp 15.406

20 Mar 2021

Hamba Allah
Rp 1.000.104

12 Mar 2021

Fitri Ulvianti

"Semoga berkah dan bermanfaat"

Rp 25.097

27 Feb 2021

Tito
Rp 300.054

26 Feb 2021

Hamba Allah
Rp 100.187

19 Feb 2021

Gusti ayu dianingtias
Rp 200.434

13 Feb 2021

Hamba Allah
Rp 100.489