Masjid Nusantara-Mualaf Suku Taa Wana Butuh Masjid Layak

Mualaf Suku Ta’a Wana Butuh Masjid Layak

Rp121.621.312

terkumpul dari target Rp450.000.000
27.03% terkumpul 32 hari lagi
Minimum amount is Rp0 Maximum amount is Rp0

Penyebaran agama islam di pedalaman suku Ta’a Wana berjalan pesat, namun belum ditunjang rumah ibadah yang layak. Masjid yang sudah berdiri kondisinya sangat memprihatinkan!

Detail

Suku Ta’a Wana merupakan suku terasing yang hidup dalam di pedalaman Morowali Utara.  Mereka hidup di pegunungan, dan enggan berhubungan dengan dunia luar. Seperti sebutannya, “Orang hutan”, suku Wana sangat menggantungkan hidup mereka pada hutan. Suku wana sendiri tinggal di 3 titik tempat yang berbeda. Titik pertama bisa ditempuh selama 10 jam berjalan kaki dari posko dai. Titik terjauhnya butuh waktu 6 hari perjalanan menaiki kuda.

Kendati hidup terasing, penyebaran Islam di pedalaman sudah menyebar cukup pesat. Hal ini berkat perjuangan para Dai yang memilih berjuang menegakkan agama Allah di pedalaman Morowali Utara. Merekalah sosok yang membimbing warga suku wana untuk mengenal Pencipta-Nya.

Mualaf Suku Ta'a Wana Butuh Masjid Layak
Masjid berukuran 6×8 dengan fondasi miring dan nyaris roboh di dusun Padangkalang, Morowali Utara

“Suku Ta’a Wana ini jumlahnya ribuan. Kalau ketemu orang asing jaga jarak, langsung lari. Mereka tidak bisa baca tulis , tidak bisa Bahasa Indonesia. Mereka juga banyak yang belum beragama, masih animisme. Mereka tau ada “kekuasaan”, tapi perlu diarahkan. Alhamdulillah, kini mereka melihat Islam lebih cocok dengan apa yg mereka yakini,” kata Ust. Baharudin, Dai Perintis di Pelosok Suku Ta’a Wana, Morowali Utara.

Menurut Ust. Baharudin, pada tahun 2000-an, warga muslim suku wana hanya berjumlah 4 KK (kepala keluarga), sisanya mereka masih menganut agama kepercayaan. “Namun saat ini Alhamdulillah, sudah ratusan dari mereka yang sudah menganut agama Islam,” ungkapnya.

Mualaf Suku Ta'a Wana Butuh Masjid Layak
Masjid kayu tak layak di pedalaman suku ta’a wana, tepatnya di Desa Ngoyo

Namun pesatnya penyebaran agama islam di pedalaman, belum ditunjang oleh rumah ibadah yang layak. Masjid yang sudah berdiri disana kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti dinding kayu yang sudah keropos, fondasi yang sudah miring, dan ukurannya yang masih terlalu sempit. Padahal, masjid merupakan sarana yang vital untuk membentuk karakter umat di pedalaman.

Setidaknya ada empat lokasi masjid di pedalaman Morowali Utara yang kondisinya jauh dari kata layak. Diantaranya di Desa Ngoyo, dusun Padangkalang,  Desa Gunung Tua, dan Ampana.

Selain digunakan para mualaf untuk mendalami agama, masjid juga kerap digunakan oleh para dai sebagai tempat mengajar ngaji dan pendidikan anak-anak suku wana. Untuk itu, masjid yang kokoh sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi kebutuhan rohani dan pendidikan mualaf suku wana.

Mualaf Suku Ta'a Wana Butuh Masjid Layak
Dai sedang mengajarkan ilmu pendidikan dan agama di masjid sederhana di dusun Monyo’e, pedalaman suku Ta’a Wana Morowali Utara

“Kami, Dai di Suku Wana, tetap harus disini untuk membimbing mereka menjadi muslim yang taat. Dan kami sangat mengharapkan bantuan dari semua masyarakat untuk bisa membangunkan masjid yang kokoh, sebagai penunjang dakwah kami dan menjadi wadah ilmu bagi para generasi penerus pedalaman suku wana,” jelas Ust. Baharuddin.

Mari sobat, kita bantu wujudkan mimpi warga muslim di pedalaman suku wana agar bisa beribadah dan menimba ilmu di Masjid yang kokoh dan nyaman.

NamaJumlahTanggal
Anonymous Rp100.000May 18, 2019
Anonymous Rp200.000May 18, 2019
Anonymous Rp223.975May 17, 2019
Anonymous Rp50.000May 17, 2019
Anonymous Rp100.000May 13, 2019
Anonymous Rp51.111May 12, 2019
Anonymous Rp50.000May 11, 2019
Anonymous Rp1.000.000May 03, 2019
Silania Rp100.000May 01, 2019
Rekap Rekening Koran Januari Rp50.439.226April 30, 2019
Anonymous Rp200.000April 27, 2019
Anonymous Rp1.000.000April 25, 2019
Anonymous Rp50.000April 25, 2019
Rekap Rekening Koran Januari Rp10.000March 25, 2019
Sani Rp59.081.137March 25, 2019
Berli Rp250.000March 07, 2019
Dhika ardhana Rp150.000March 07, 2019
Woro indriani Rp100.000March 06, 2019
Novensi Ayu Puspita Rp150.000March 06, 2019
Acy Mina Mayasari Rp500.000March 06, 2019
Annisa Gitta Reyhanditie Rp15.000March 04, 2019
Nisaurrahmah Rp50.000March 04, 2019
Tri Muliyaningsih Rp100.000March 02, 2019
Tesa Rp50.000March 02, 2019
Dini maysaroh Rp350.000March 02, 2019
Ulfah Nurfalah Rp250.000March 01, 2019
Cindy fatika tegela Rp100.000March 01, 2019
AM Rp200.000March 01, 2019
Rizky Rp62.000March 01, 2019
Anton Priatna Rp3.000.000March 01, 2019
Zulfikar Fikri Muhammad Rp428.863February 28, 2019
Fiyrman Fauzy Rp100.000February 28, 2019
Hamba Allah Rp150.000February 27, 2019
Ita Yuni Widianti Rp150.000February 26, 2019
Duanda Dea Prakasa Rp500.000February 25, 2019
Justisio Yan Prawira Adam Rp150.000February 25, 2019
santi maodia Rp50.000February 25, 2019
Akhmad Taufiq Rahman Azria Rp250.000February 25, 2019
Poerwaningati Rp10.000February 25, 2019
Rusky Rp500.000February 25, 2019
Wisnu Akhmadan G Rp100.000February 25, 2019
Valenshia Destaningtyas Rp250.000February 23, 2019
Ali Ibrahim Rp1.000.000February 22, 2019